(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia hari Senin (11/7/2022) bergerak bearish setelah rally 2 sesi terakhir pekan lalu. Secara teknikal pair sedang meluncur masuki area support harian setelah dibuka sedikit lebih rendah.
Pasar Asia-Pasifik mencerna berita utama ekonomi dan politik yang turun selama akhir pekan. Dari laporan ekonomi dipengaruhi oleh rilis data inflasi China Juni tumbuh lebih dari yang diharapkan, tertinggi dalam 25 tahun.
Dari sisi politik, pasca kematian Shinzo Abe sebagai sebagai tokoh penting dalam Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dilakukan pemilihan dan Koalisi LDP-Komeito memenangkan lebih dari 75 kursi, memperkuat kekuasaan mayoritasnya di majelis tinggi yang beranggotakan 248 orang.
Dolar Australia dapat diuntungkan jika data kredit China mengalahkan ekspektasi analis. Atau, harga bijih besi memperpanjang penurunan dari hari Jumat.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya pada sesi Asia bergerak terbatas setelah setelah sideways akhir pekan lalu. Sempat mencapai tertinggi baru dua dekade setelah rilis laporan NFP AS bulan Juni yang melebihi ekspektasi.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD menguat, pair yang ditutup sebelumnya pada posisi 0.6855 meluncur ke posisi 0.6840 dan jika tembus lanjut ke pivot sebelum meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika berbalik arah akan kembali ke posisi awal sesi di 0.6855, setelah itu baru mendaki ke posisi R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.6970 | 0.6922 | 0.6890 | 0.6840 | 0.6806 | 0.6758 | 0.6724 |
| Buy Avg | 0.6874 | Sell Avg | 0.6810 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



