(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 602 poin atau 2,77% pada posisi 21.124, terendah sejak 22 Juni . Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan anjlok 3,06% menjadi 7.320,90.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Agustus 2022 bergerak negatif dengan melemah 571 poin atau 2,63% ke posisi 21155.
Indeks harian Hang Seng anjlok ke posisi terendah dalam 3 pekan dengan tekanan paling besar dari anjloknya saham Alibaba Holdings dan juga Tencent Holdings.
Kedua saham tersebut terpukul setelah Regulator pasar China mendenda dua perusahaan raksasa teknologi serta sejumlah perusahaan lain karena tidak mengungkapkan transaksi dan gagal mematuhi aturan anti-monopoli.
Sentimen juga dilemahkan dengan ditemukan kasus covid varian Omicron di Shanghai terkait dengan perjalanan dari luar negeri.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street awal pekan ditutup melemah merespon berita kasus omicron di Shanghai dan pembatalan Elon Musk akuisisi Twitter.
Lihat: Wall Street Awal Pekan Melemah, Elon Musk Batal Beli Twitter
Harga minyak mentah WTI menghapus penurunan sebelumnya di atas $104 per barel karena kekhawatiran pasokan baru menang atas kekhawatiran mendalam dari perlambatan ekonomi global.
Rusia mengancam akan menghentikan aliran dari pipa CPC yang membawa minyak dari Kazakhstan yang terkurung daratan ke terminal ekspor Rusia di Laut Hitam, yang bertanggung jawab atas lebih dari 1% pasokan global.
Lihat: Rekomendasi Minyak 12Juli 2022: Tertekan Turun Kembali di Sekitar $100
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 21110, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika kemudian bergerak sebaliknya akan naik ke posisi 21564 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 22540 | 22201 | 21678 | 21340 | 20816 | 20477 | 19954 |
| Buy Avg | 21690 | Sell Avg | 20910 |



