(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street kembali melemah pada perdagangan yang berakhir hari Rabu dinihari (13/7/2020) dengan semua indeks utama memperpanjang posisi rendahnya.
Dow Jones dan Nasdaq anjlok ke posisi terendah dalam sepekan lebih, sedangkan S&P500 terjun ke posisi terendah 2 pekan.
Indeks Dow Jones turun 192,51 poin atau 0,6 persen menjadi 30.981,33, indeks Nasdaq merosot 107,87 poin atau 1 persen menjadi 11.264,73 dan indeks S&P 500 turun 35,63 poin atau 0,9 persen menjadi 3.818,80.
Tekanan jual paling ramai jelang penutupan sesi dikarenakan kekhawatiran investor bangkit akan laporan inflasi harga konsumen di bulan Juni yang dirilis malam ini.
Laporan tersebut diperkirakan banyak ekonom akan naik menjadi 8,8 persen di bulan Juni dari 8,6 persen di bulan Mei.
Sentimen juga dibebani oleh kekhawatiran akan munculnya wabah varian baru Covid-19 yang lebih menular di beberapa belahan dunia seperti China, Jepang dan Korea Selatan.
Secara sektoral terpantau mixed, saham energi memimpin pelemahan dengan Philadelphia Oil Service Index anjlok 3,9 persen dan NYSE Arca Oil Index anjlok 2,4 persen.
Kelemahan signifikan selanjutnya terlihat pada saham emas dengan penurunan 2,4 persen oleh NYSE Arca Gold Bugs Index ke level penutupan terburuk dalam lebih dari 2 tahun.
Untuk sektor yang menguat terlihat pada saham penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index melonjak 4,2 persen. Saham Boeing melonjak 7 persen lebih, saham American Airlines naik 9,98 persen dan sahan Delta Airlines naik 6,15 persen.



