(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 279 poin atau 1,32% menjadi 20.844,74, terendah sejak 27 Mei. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan anjlok 1,77% menjadi 7.191,64.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Agustus 2022 bergerak negatif dengan melemah 319 poin atau 1,51% ke posisi 20836.
Sentimen investor telah diguncang oleh meningkatnya kekhawatiran tentang situasi covid-19 di China, karena beberapa kota, termasuk Shanghai, menerapkan pembatasan baru mulai minggu ini setelah munculnya varian Omicron.
Berita tentang kemungkinan risiko de-listing perusahaan China dan Hong Kong dari bursa AS turut membebani sentimen.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street kembali melemah dengan semua indeks ditutup terendah sepekan lebih karena kekhawatiran jelang rilis data inflasi AS.
Lihat: Indeks Wall Street Terendah Sepekan Lebih, Saham Maskapai Penerbangan Melonjak
Harga minyak mentah WTI turun lebih dari 8% menjadi hampir $95 per barel di tengah prospek permintaan yang terus memburuk dan dolar AS yang melonjak. Juga tertekan oleh lockdown 1 kota di China karena wabah covid.
Lihat: Rekomendasi Minyak 13 Juli 2022: Melanjutkan Penurunan ke $94.00
Sentimen hari ini juga akan dibebani oleh berita pemerintah China menutup kota Wugang di provinsi Henan selama tiga hari akibat kasus covid-19.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 20780, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika kemudian bergerak sebaliknya akan naik ke posisi 21075 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 21488 | 21342 | 21090 | 20940 | 20690 | 20544 | 20290 |
| Buy Avg | 21130 | Sell Avg | 20770 |



