(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat 10 Maret 2023 berbalik arah dari pergerakan bullish di sesi Asia pasca pengumuman suku bunga BOJ.
Secara teknikal pair yang sempat bergerak bearish, mendaki mendekati posisi resisten kuat dan kini kembali berbalik arah oleh lemahnya pergerakan dolar AS.
Yen Jepang meluncur kembali ke level terendah dalam tiga bulan setelah Bank of Japan membiarkan kebijakan suku bunga sangat rendah tidak berubah.
Lihat: BOJ Putuskan Kebijakan Yang Selalu Menekan Yen, Suku Bunga Tidak Berubah Sejak 2016
BOJ juga tidak membuat indikasi bahwa kontrol kurva imbal hasil bank akan berakhir, menggarisbawahi preferensi untuk menunda perubahan kebijakan besar .
Calon Gubernur BOJ Ueda menyatakan bahwa manfaat dari stimulus BOJ lebih besar daripada efek negatif dalam skenario ekonomi saat ini.
Ueda mengatakan kebijakan bank yang lebih ketat akan mengganggu pertumbuhan dan gagal mengatasi inflasi yang didorong oleh pasokan.
Yen juga berada di bawah tekanan dari pernyataan hawkish oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengisyaratkan pengetatan moneter lebih lanjut.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Tertekan oleh melajunya data klaim pengangguran AS yang mungkin dapat menahan akselerasi kenaikan suku bunga the Fed.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY berpotensi bullish dari skala H4, pair berada di posisi 136.51 yang sedang tertekan ke 135.80.
Jika tembus akan meluncur ke support kuatnya di 135.60.
Namun jika berbalik arah akan naik kembali menuju posisi 136.97, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di posisi 137.05.