(Vibiznews – Forex) Posisi indeks dolar merangkak naik dari posisi terendah dalam 3 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (5/5) setelah rebound sebelumnya.
Namun terhadap mayoritas rival utamanya bergerak lemah setelah sebelumnya alami pergerakan yang mixed.
Indeks sempat menguat sebagai safe haven karena Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga dan mengisyaratkan perlunya pengetatan lebih lanjut.
Kondisi tersebut memberikan kekhawatiran terjadi resesi di tengah gejolak perbankan yang sedang terjadi di AS pasca anjloknya saham Pacwest Bancorp.
Karenanya imbal hasil Treasury AS kembali tertekan di 3,38% yang membayangi pergerakan dolar AS selanjutnya.
Dari laporan ekonomi, klaim pengangguran AS naik sedikit lebih dari yang diharapkan pada pekan yang berakhir 29 April. Meningkat 13.000 ke 242.000.
Departemen Perdagangan juga laporkan defisit perdagangan AS menyusut menjadi $64,2 miliar pada bulan Maret dari $70,6 miliar pada bulan Februari.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya berusaha rebound di kisaran 101.29.
EURUSD
Terpantau kini pair rebound ke 1,1021 dan sedang menuju pivotnya di 1.1029. Support harian berada di 1.0967 – 1.0920 dan rentang resisten di 1.1072 – 1.1130.
GBPUSD
Masih positif di 1.2579 dan sedang bergerak ke resisten kuat di 1.2598. Rentang support harian berada di 1.2546 – 1.2500 dan rentang resisten di 1.2598 – 1.2640.
USDJPY
Sedang tertekan di kisaran 134.14 dengan rentang support harian berada di 133,60 -133,10 dan rentang resisten berada di 134,95-135,44.
AUDUSD
Sedang kuat di 0.6698 dengan rentang support berada di 0.6655 – 0.6607 dan resisten di 0.6715 – 0.6770.



