(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong semakin merugi pada perdagangan hari Jumat (11/8) dengan indeks mingguan melemah untuk 2 pekan berturut.
Indeks harian Hang Seng anjlok ke posisi terendah dalam 2 pekan lebih dan secara mingguan anjlok 2% lebih karena kekhawatiran krisis properti di China.
Sentimen mingguan terbebani setelah perusahaan pengembang properti Country Garden Hlds. memprediksi kerugian miliaran dolar untuk semester pertama tahun ini.
Hari ini Hang Seng tertekan berita komentar Presiden Fed San Francisco Mary Daly yang mengatakan The Fed memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target inflasinya.
Sebelumnya China kecewa akan kebijakan Biden terbaru untuk membatasi investasi AS di beberapa perusahaan semikonduktor, komputasi kuantum, dan AI buatan China.
Indeks Hang Seng ditutup tergelincir 0,9% menjadi 19.075,19 dengan indeks saham Cina Enterprise (HSCE) negatif dengan anjlok 1,33% ke posisi 6,540.63.
Demikian untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Agustus 2023 bergerak negatif dengan ditutup turun 0,87% di posisi 19089.
Sektor teknologi mendorong kerugian paling besar, turun 2% lebih selain saham konsumen dan keuangan.
Saham Li Auto membukukan kerugian tajam (-3,7%), begitu pula KE Holdings (-2,8%), Meituan (-2,7%), dan Manufaktur Semikonduktor (-2,1%),



