(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Rabu pagi ini (1/11), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka melemah, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah melaju di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,24% atau 38 poin ke level Rp 15.940 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.902. Rupiah terpantau dalam tekanan kembali mendekati level 43 bulan terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 15.850 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp15.941, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 15.940.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melaju di sesi global sebelumnya; ditopang pelemahan yen ke setahun terendahnya oleh kebijakan dovish BOJ, serta menantikan rilis pertemuan the Fed nanti yang besar kemungkinan mempertahankan suku bunganya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke 106,75, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 106,71.
Sementara itu, IHSG Rabu di awal sesi pertama melemah 18,699 poin (0,28%) ke level 6.733,512, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias menguat menjelang rilis the Fed tengah malam nanti, serta mengikuti Wall Street yang ditutup serempak menguat walau terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp15.967 – Rp15.790.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



