(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (16/11), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak perlahan setelah rebound terbatas di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,52% atau 80 poin ke level Rp 15.581 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.698. Rupiah terpantau meninggalkan overbought-nya kemarin di sekitar 1,5 bulan tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 15.519 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp15.582, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 15.581.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak perlahan setelah rebound terbatas di sesi global sebelumnya; melanjutkan rebound bertahap dari 2,5 bulan terlemahnya, di tengah data retail sales AS yang masih cukup baik dan mengurangi prediksi bahwa the Fed sudah selesai siklus kenaikan bunganya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke 104,44, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 104,38.
Sementara itu, IHSG Kamis di awal sesi pertama melemah 18,300 poin (0,26%) ke level 6.939,905, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah oleh profit taking di antara investor mencermati hasil pertemuan Presiden Joe Biden dan Xi Jinping, serta pergerakan Wall Street yang ditutup kembali dalam rally oleh menurunnya inflasi AS.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp15.718 – Rp15.427.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



