Bursa Korea Selatan Rabu Ditutup Turun Menantikan Hasil Pertemuan The Fed

528
indeks kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan ditutup turun pada hari Rabu menjelang rilis hasil pertemuan Federal Reserve AS.

Indeks Kospi turun 24,61 poin, atau 0,97 persen, menjadi ditutup pada 2.510,66 mengakhiri kenaikan tiga hari.

Volume perdagangan rendah, yaitu 367 juta lembar saham senilai 7,32 triliun won (US$5,45 miliar), dengan saham yang mengalami kerugian melebihi saham yang mendapat keuntungan sebesar 596 berbanding 270.

Pihak asing menjual neto sebesar 130 miliar won, sementara institusi membeli neto sebesar 94,3 miliar won. Investor ritel melepas dana bersih sebesar 1,8 miliar won.

Saham Seoul dimulai sedikit lebih rendah karena Amerika Serikat mengumumkan inflasi tahunan sebesar 3,1 persen untuk bulan November, yang turun sejalan dengan perkiraan pasar.

Indeks semakin melemah karena investor dengan hati-hati menunggu petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS di masa depan dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Raksasa teknologi terkemuka Samsung Electronics turun 0,95 persen menjadi 72.800 won sementara pembuat chip nomor dua SK hynix naik 0,15 persen menjadi 131.200 won.

Pembuat baterai terkemuka LG Energy Solution kehilangan 3,42 persen menjadi 410.000 won, dan saingannya yang lebih kecil Samsung SDI merosot 3,59 persen menjadi 429.500 won.

Saham-saham kimia juga ditutup melemah, dengan perusahaan penyulingan minyak terkemuka SK Innovation turun 1,87 persen menjadi 131.100 won dan S-Oil kehilangan 0,75 persen menjadi 66.500 won.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, bursa Korea Selatan akan mencermati penutupan bursa Wall Street yang akan memperhatikan keputusan kebijakan The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, juga akan mencermati pernyataan The Fed untuk kebijakan selanjutnya, apakah akan ada sinyal untuk penurunan suku bunga atau tidak. Jika bursa Wall Street berakhir naik, akan memberikan sentimen positif. Sebaliknya jika turun, akan menekan bursa Korea Selatan.