IHSG Senin Pagi Melemah ke Sekitar 7.211; Bursa Asia Mixed, Wall Street Mencetak Rekor

353
ihsg
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (22/1), terpantau melemah 16,162 poin (0,22%) ke level 7.211,240 setelah dibuka turun ke level 7.214,516.

IHSG bergerak di dua zona lalu terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Nikkei, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan kompak ditutup di level rekor tertingginya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,10% atau 15 poin ke level Rp 15.622, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya; dalam koreksi dari sekitar sebulan tertingginya di tengah berkurangnya estimasi prospek penurunan suku bunga the Fed dalam waktu dekat.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.622, serta terpantau dekat dengan level 5,5 terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 12,886 poin (0,18%) ke level 7.214,516. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,214 poin (0,23%) ke level 974,885. Pagi ini IHSG melemah 16,162 poin (0,227%) ke level 7.211,240. Sementara LQ45 terlihat naik 0,11% atau 1,030 poin ke level 973,701.

Tercatat saat ini sebanyak 216 saham naik, 243 saham turun dan 224 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street di akhir pekan lalu ditutup serempak menguat ke level rekornya dipicu oleh saham-saham teknologi. Sedangkan, bursa regional pagi ini mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,15%, dan Indeks Hang Seng yang merosot 1,22%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dibuka bias melemah di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini variatif menguat mengikuti Wall Street yang berakhir dalam rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih di area konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.390 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.156, dan bila tembus ke level 7.093.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group