(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa pagi ini (23/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka menguat, sementara dollar AS di pasar Asia menurun setelah naik terbatas di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS pagi ini menguat 0,08% atau 13 poin ke level Rp 15.652 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.665. Rupiah terpantau dekat dengan level 5,5 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 15.663 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp15.665, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 15.652.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah naik terbatas di sesi global sebelumnya; bergerak dalam rentang sempit menjelang rilis keputusan suku bunga bank sentral Jepang (BOJ) hari ini dan Eropa (ECB) pada Kamis nanti.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun ke 103,31, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 103,36.
Sementara itu, IHSG Selasa di awal sesi pertama melemah 11,298 poin (0,16%) ke level 7.236,630, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat menjelang rilis kebijakan bank sentral Jepang (BOJ), serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam mencetak rekor barunya.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp15.677 – Rp15.537.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



