Nikkei Harian Lanjut Merah, Sepanjang Februari Cetak Gain Besar

460
nikkei
Foto : Vibizmedia

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang akhiri perdagangan bulan Februari (29/2/2024) dengan pelemahan lanjutan, namun secara bulanan cetak gain yang besar untuk 2 bulan berturut.

Indeks harian Nikkei sedikit menjauh dari posisi rekor, namun indeks Topix rebound menuju posisi tertinggi 34 tahun.

Nikkei masih mendapat tekanan dari aksi ambil untung pasca cetak rekor dan juga imbas pelemahan saham Wall Street semalam.

Sentimen negatif datang dari penantian rilis data inflasi konsumen PCE AS yang dapat mempengaruhi sikap kebijakan moneter Fed, bertambah.

Tekanan berkurang merespon lonjakan saham-saham kapital besar meskipun posisi yen Jepang sedang kuat.

Namun, sentimen bertambah buruk oleh data terbaru dari kementerian keuangan, yang menunjukkan investor asing menjadi penjual bersih saham Jepang ketika indeks mencapai rekor.

Dari laporan ekonomi,

Dalam berita ekonomi, penjualan ritel Jepang naik 2,3% yoy di bulan Januari , lebih lambat dibandingkan kenaikan 2,4% pada bulan Desember 2023. Sementara itu, produksi industri turun 1,5% yoy di bulan Januari dan 7,5% mom.

Indeks harian Nikkei ditutup turun tipis 0,11% menjadi 39,166.19., demikian untuk indeks Topix naik 0,03% lebih tinggi pada 2,675.73.

Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2024 bergerak positif dengan penutupan yang naik 0,23% pada posisi 39000.

Sepanjang bulan Februari Nikkei cetak gain 7,86%, lebih rendah dari kenaikan 8,44% bulan Januari.

Saham-saham teknologi memimpin penurunan, dengan kerugian yang dialami oleh Advantest (-0.2%), Renesas Electronics (-3.1%), Lasertec (-0.7%), Screen Holdings (-0.9%) dan SoftBank Group (-1.5%).

Sementara itu, kenaikan terlihat dari perusahaan-perusahaan kelas berat seperti Toyota Motor (1,4%), Mitsubishi UFJ (1,4%) dan Kawasaki Kisen (3,7%).