(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS bergerak datar pada hari Senin menantikan data inflasi utama yang dapat memberikan pertimbangan bagi The Fed untuk menentukan kebijakan moneternya.
Imbal hasil Treasury 10-tahun turun kurang dari 1 basis poin menjadi 4,081%.
Imbal hasil Treasury 2 tahun imbal hasil naik lebih dari 1 basis poin, menjadi 4,498%.
Data inflasi harga konsumen untuk bulan Februari akan dirilis pada hari Selasa dan indeks harga produsen pada hari Kamis. Data CPI dan PPI bulan lalu lebih tinggi dari perkiraan, mengindikasikan inflasi yang terus berlanjut dan memicu sentimen perlambatan penurunan suku bunga.
Data pekerjaan bulan Februari yang dirilis hari Jumat menunjukkan Nonfarm payrolls naik lebih dari perkiraan, dengan menambahkan 275.000 lapangan kerja di bulan Februari, lebih besar dari perkiraan Dow Jones sebesar 198.000.
Namun tingkat pengangguran naik menjadi 3,9%, lebih tinggi dari angka 3,7% di bulan Januari yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones akan tetap tidak berubah di bulan Februari.
Dengan data tersebut, pasar secara luas memperkirakan penurunan suku bunga dari Federal Reserve akan dilakukan tahun ini. Namun waktu dan berapa banyak pemotongan yang akan dilakukan masih belum dapat dipastikan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS masih bergerak datar menantikan data inflasi. Namun malam ini akan dicermati data Consumer Inflation Expectations Februari yang jika meningkat, akan menguatkan imbal hasil Treasury AS.



