(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham Wall Street alami lonjakan setelah rilis data kenaikan inflasi AS bulan Februari yang mendorong semua indeks utama ditutup kuat cukup signifikan hari Rabu (13/3/2024).
Indeks Nasdaq memimpin kenaikan dengan melonjak 1,5% menjadi 16.265,63. S&P 500 juga melonjak 1,1% menjadi 5.175,27, sedangkan Dow Jones naik 0,6% menjadi 39.005,49.
Penguatan saham Wall Street menerima sentimen positif dari laporan indeks harga konsumen AS yang naik sebesar 0,4% pada bulan Februari setelah naik sebesar 0,% pada bulan Januari.
Laporan tersebut juga menunjukkan tingkat pertumbuhan harga konsumen tahunan meningkat menjadi 3,2% di bulan Februari dari 3,1% di bulan Januari.
Sementara itu, tingkat pertumbuhan harga konsumen inti tahunan melambat menjadi 3,8% di bulan Februari dari 3,9% di bulan Januari.
Meskipun pertumbuhan harga inti melambat sedikit lebih rendah dari perkiraan, perlambatan tersebut tampaknya masih menambah optimisme terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan Juni.
Secara sektoral saham-saham perangkat lunak memimpin penguatan dengan Dow Jones U.S. Software Index alami kenaikan 2,6%. Salah satunya saham Oracle yang naik 11,8% setelah melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang lebih baik.
Saham semikonduktor juga menunjukkan pergerakan positif yang signifikan, mendorong Indeks Semikonduktor Philadelphia naik sebesar 2,1%.
Penguatan yang cukup besar juga terlihat pada saham-saham ritel, sebagaimana tercermin dari kenaikan 1,5% yang dicatat oleh Dow Jones US Retail Index.
Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham emas yang melemah tajam hingga menyeret NYSE Arca Gold Bugs Index turun sebesar 2,0 persen.



