(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang alami tekanan aksi ambil untung pada perdagangan hari Jumat (6/12/2024) imbas koreksi rekor bursa Wall Street.
Indeks harian Nikkei terjun dari posisi penutupan tertinggi dalam 3 pekan lebih, namun secara mingguan Nikkei cetak gain yang cukup signifikan.
Di Jepang, data menunjukkan bahwa upah riil yang disesuaikan dengan inflasi tetap tidak berubah pada bulan Oktober dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebuah perbaikan dari penurunan 0,4% pada bulan September dan 0,8% pada bulan Agustus.
Ini mendukung ekspektasi untuk potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan bulan ini, meskipun masih ada ketidakpastian apakah langkah tersebut akan terjadi pada bulan Desember atau Januari.
Indeks harian Nikkei ditutup turun 0,77% pada level 39.091, demikian indeks Topix turun 0,55% menjadi 2.727.
Untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2024 anjlok 0,91% pada posisi 39030.
Secara sektoral, Saham teknologi memimpin penurunan dengan kerugian signifikan di Disco (-4,4%), Lasertec (-2,4%), Tokyo Electron (-2,6%), Advantest (-3,3%), dan Hitachi (-1,4%).



