Rekomendasi Forex Dolar AS 10 Februari 2025 : Terdukung Sentimen Hawkish Tenaga Kerja AS dan Tarif Trump

329

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat terdukung kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah data tenaga kerja AS bulan Januari yang hawkish mengurangi peluang untuk penurunan suku bunga Fed pada pertemuan FOMC bulan depan.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,32% pada 108,04.

Meskipun data Non Garm Payrolls AS bulan Januari naik kurang dari yang diperkirakan, namun Non Farm Payrolls bulan Desember direvisi lebih tinggi, dan tingkat pengangguran bulan Januari turun ke level terendah dalam 8 bulan, sementara pendapatan per jam rata-rata bulan Januari naik lebih dari yang diperkirakan, faktor hawkish untuk kebijakan Fed.

Dolar juga memperoleh dukungan pada komentar Kamis malam dari Presiden Fed Dallas Logan, yang mengatakan dia skeptis tentang penurunan suku bunga Fed tambahan.

Dolar melaju ke level tertingginya pada Jumat sore ketika sebuah laporan Reuters mengatakan Presiden Trump sedang mempertimbangkan tarif timbal balik pada mitra dagang AS minggu depan tanpa menyebutkan negara-negara yang terlibat.

Namun kenaikan dolar terbatas setelah indeks sentimen konsumen AS bulan Februari dari Universitas Michigan secara tak terduga turun ke level terendah dalam 7 bulan.

Pengurang kenaikan dolar AS lainnya adalah komentar hari Jumat dari Presiden Fed Minneapolis Kashkari, yang mengatakan bahwa inflasi yang turun akan memungkinkan Fed untuk terus memangkas suku bunga “secara moderat.”

Non Farm Payrolls AS bulan Januari naik +143.000, lebih rendah dari ekspektasi +175.000, tetapi Desember direvisi naik menjadi +307.000 dari yang dilaporkan sebelumnya +256.000.

Tingkat pengangguran bulan Januari secara tak terduga turun -0,1 ke level terendah dalam 8 bulan sebesar 4,0%, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada ekspektasi tidak ada perubahan sebesar 4,1%.

Rata-rata pendapatan per jam AS bulan Januari naik +0,5% m/m dan +4,1% y/y, lebih kuat dari ekspektasi +0,3% m/m dan +3,8% y/y.

Indeks sentimen konsumen AS bulan Februari dari University of Michigan secara tak terduga turun -3,3 ke level terendah dalam 7 bulan sebesar 67,8, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 71,8.

Universitas Michigan AS Ekspektasi inflasi 1 tahun Februari secara tak terduga melonjak ke level tertinggi 15 bulan sebesar 4,3% dibandingkan ekspektasi tidak ada perubahan di angka 3,3%. Selain itu, ekspektasi inflasi 5-10 Februari secara tak terduga meningkat ke level tertinggi 16 tahun sebesar 3,3%, lebih kuat dari ekspektasi tidak ada perubahan di angka 3,2%.

Kredit konsumen AS bulan Desember melonjak mencapai rekor +$40,847 miliar, lebih kuat dari ekspektasi +$15,45 miliar.

Pasar memperkirakan peluang sebesar 10% untuk pemotongan suku bunga -25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 18-19 Maret.

Malam nanti akan dirilis data Consumer Inflation Expectations AS Januari yang diperkirakan naik.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak naik terbantu sentimen positif di akhir pekan dari data tenaga kerja AS dengan adanya revisi kenaikan Non Farm Payrolls AS Desember, menurunnya tingkat pengangguran AS bulan Januari dan peningkatan pendapatan rata-rata perjam AS Januari, yang menjadi sentimen hawkish bagi The Fed. Juga jika malam nanti data Consumer Inflation Expectations Januari terealisir naik, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 108,40-108,75. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 107,60-107,15.