Rekomendasi Forex Dolar AS 14 Februari 2025 : Berusaha Bangkit Menghadapi Sentimen Bearish

555

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS jatuh ke level terendah dalam 1 minggu dan berakhir turun tertekan penguatan Euro yang menguat ke level tertinggi dalam 1 minggu karena optimisme bahwa pembicaraan AS-Rusia dapat mengarah pada berakhirnya perang di Ukraina.

Selain itu, imbal hasil Treasury AS yang lebih rendah membebani dolar.

Penguatan pasar saham juga mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,83% pada 107,06.

Namun penurunan dolar dibatasi setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa tarif timbal balik akan diberlakukan hari ini, yang meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi yang dapat mencegah Fed memangkas suku bunga.

Selain itu, data ekonomi AS bersifat hawkish untuk kebijakan Fed dan mendukung dolar.

Klaim pengangguran awal mingguan AS turun -7.000 menjadi 213.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi 216.000.

Permintaan akhir PPI AS Januari naik +3,5% thn/thn, lebih kuat dari ekspektasi +3,3% thn/thn dan kenaikan terbesar dalam hampir 2 tahun. PPI Januari non-pangan dan energi naik +3,6% thn/thn, lebih kuat dari ekspektasi +3,3% thn/thn.

Presiden Trump mengatakan dalam sebuah posting media sosial bahwa ia akan mengumumkan tarif timbal balik hari ini atas impor dari negara-negara yang mengenakan bea lebih tinggi pada barang-barang AS, meskipun ia tidak memberikan rincian tentang tarif apa yang akan dikenakan atau bagaimana tarif tersebut akan disusun dan kapan tarif tersebut akan berlaku.

Pasar memperkirakan peluang sebesar 2% untuk pemotongan suku bunga -25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 18-19 Maret.

Malam nanti akan dirilis data Retail Sales Januari AS yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak lemah jika Euro teuskan penguatan dan imbal hasil Treasury AS terus menurun. Juga jika malam nanti data Retail Sales AS terealisir turun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 106,74-106,41. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 107,69-108,31