(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun hari Selasa terbebani pelemahan data ekonomi dan imbal hasil Treasury AS.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,39% pada 106,28.
Indeks kepercayaan konsumen AS dari Conference Board pada hari Selasa turun tajam sebesar -7,0 poin ke level terendah dalam 8 bulan di angka 98,3, yang jauh lebih lemah dari ekspektasi penurunan ke angka 102,5. Penurunan -7,0 poin adalah penurunan terbesar dalam 2-1/2 tahun dan merupakan penurunan bulanan ketiga berturut-turut.
Dolar AS juga turun karena penurunan tajam -11 bp dalam imbal hasil Treasury 10 tahun.
Presiden Trump pada Senin sore, dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Macron, mengatakan bahwa tarif AS atas impor dari Meksiko dan Kanada akan diberlakukan “tepat waktu dan sesuai jadwal.”
Trump menunda tarif tersebut selama sebulan hingga 4 Maret karena tindakan perbatasan baru yang diterapkan oleh Kanada dan Meksiko.
Trump pada Senin juga mengatakan bahwa ia berencana untuk melanjutkan “tarif timbal balik” yang sebelumnya ia katakan akan siap pada 1 April.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 3% untuk penurunan suku bunga -25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 18-19 Maret.
Malam nanti akan ada pernyataan pejabat Fed Barkin dan Bostich.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak turun seiring pelemahan data Consumer Confidence AS dan imbal hasil Treasury AS. Juga jika malam nanti pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal perlembatan pemangkasan suku bunga, akan dapat menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 106,05-105,81. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 106,65-107,01.