(Vibiznews-Forex) – Pasangan GBPUSD mundur dari usaha rebound menuju kisaran tertinggi dalam 4 bulan pada perdagangan forex sesi Amerika hari Senin (24/3/2025) jelang pengumuman kebijakan suku bunga BOE.
Secara teknikal pair GBPUSD berfluktuasi setelah sempat melaju tembus posisi resisten kuat harian menuju 1.2973, kini terkoreksi mendekati pivot hariannya.
Poundsterling sempat menguat terhadap dolar AS oleh kenaikan imbal hasil obligasi Inggris 10 tahun bertahan di kisaran 4,7%, mendekati level tertinggi dalam sepuluh minggu.
Imbal hasil menguat menjelang pembaruan anggaran musim semi Menteri Keuangan Rachel Reeves serta data flash survei PMI baru-baru ini menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis dalam sektor jasa besar Inggris
Namun, Kantor Tanggung Jawab Anggaran diperkirakan akan menurunkan perkiraan pertumbuhan Inggris untuk tahun ini, yang, dikombinasikan dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi, dapat memaksa Reeves untuk mengurangi peningkatan pengeluaran yang direncanakannya.
Menkeu Inggris tersebut telah berkomitmen untuk mempertahankan aturan fiskal meskipun menghadapi tantangan global, mengisyaratkan potensi pemutusan hubungan kerja sektor publik dan penghematan lebih lanjut dalam anggaran.
Sementara itu, Bank of England mempertahankan suku bunga tetap minggu lalu, dengan para investor memperkirakan peluang 60% dari pemotongan suku bunga sebesar 25bps pada bulan Mei.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center pasangan GBPUSD berpotensi koreksi dari skala H4.
Kini pair berada di posisi 1.2925 yang meluncur ke posisi rendahnya di 1.2901, jika tembus akan meluncur terus ke support kuat di 1.2880.
Namun jika tidak jadi ke 1.2900, akan naik kembali ke posisi tertinggi di 1.2973 dan jika tembus lanjut ke kisaran 1.3000 – 1.3046.