(Vibiznews – Index) – Ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang rencana tarif Presiden Trump menekan saham teknologi Wall Street pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (27/3/2025).
Indeks Nasdaq yang sarat dengan saham teknologi anjlok 2% menjadi 17.889,01, S&P 500 merosot 1,1% menjadi 5.712,20 dan Dow Jones turun 0,3% menjadi 42.454,79.
Presiden Trump mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Selasa bahwa tarif baru mungkin akan lebih lunak daripada timbal balik karena tarif timbal balik akan sangat sulit bagi orang-orang. Namun, sementara Trump juga mengatakan akan ada pengecualian terhadap tarif.
Saham Wall Street mengalami penurunan lebih lanjut setelah Gedung Putih mengatakan Presiden Trump berencana untuk mengumumkan tarif baru pada impor mobil.
Dari laporan ekonomi, tercatat peningkatan tak terduga dalam pesanan baru untuk barang tahan lama buatan AS pada bulan Februari. Pesanan barang tahan lama naik 0,9% pada bulan Februari setelah melonjak 3,3% pada bulan Januari.
Penurunan tajam Nasdaq dibebani oleh anjloknya saham Nvidia hingga 6%, saham Tesla anjlok hingga 5,6%, sementara saham Alphabet dan Meta Platforms (META) merosot masing-masing hingga 3,2% dan 2,5%.
Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham semikonduktor hingga menekan Philadelphia Semiconductor Index turun 3,3%.
Di luar sektor teknologi, saham pialang, farmasi, dan ritel juga bergerak turun tajam, sementara itu saham produsen minyak melawan tren penurunan di tengah kenaikan harga minyak mentah.