(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong menghentikan penguatan selama 2 hari berturut pada perdagangan hari Jumat (28/3/2025) dan menutup minggu ini di zona merah.
Indeks harian Hang Seng terkoreksi oleh aksi ambil untung dan secara mingguan melanjutkan pelemahan sebagai penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
Sentimen semakin buruk setelah pungutan pajak mobil baru sebesar 25% dari AS membuat investor bersiap menghadapi kekacauan tarif lebih lanjut pada tanggal 2 April.
Saham-saham otomotif anjlok karena investor bersikap pesimis terhadap produsen mobil atas potensi dampak pungutan baru tersebut.
Namun penurunan tersebut diredam oleh janji baru Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk meningkatkan akses dan mendapatkan kembali kepercayaan pasar.
Indeks Hang Seng turun 0,7% hingga berakhir pada 23.426,60 dan indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,8% pada 8.606,51.
Demikian untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2025 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,66% menjadi 23461.
Saham otomotif yang paling terpukul dan membebani Hang Seng seperti Nio (-7,2%) dan Li Auto (-3,4%).
Saham-saham unggulan yang turut menekan Hang Seng termasuk Semicon Manufacturing (-4,5%), Lenovo Group (-4,2%), dan KE Hlds. (-3,0%).