Wall Street Akhir Bulan Maret Terangkat Bargain Hunting, Kinerja Kuartalan Terkoreksi

224

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan bulan Maret dengan lonjakan harga oleh aksi bargain hunting  setelah awal sesi terjun ke posisi terendah dalam 6 bulan untuk S&P500 dan Nasdaq.

Namun secara bulanan semua indeks Wall Street kontraksi dengan S&P 500 turun 5,8%  dan merupakan penurunan bulanan terburuk sejak Desember 2022. Nasdaq turun 8,2% dan Dow Jones turun 4,2%.

Untuk kuartal pertama tahun ini, S&P 500 turun 4,6% dengan mengakhiri 5 kuartal positif berturut-turut. Nasdaq anjlok 10,4%, penurunan kuartalan tertajam sejak Q2 2022, sementara Dow Jones anjlok 1,3%.

Lihat: Prospek Kekuatan Bursa Wall Street Q2-2025 Setelah Terkoreksi Kuartal Sebelumnya

Awal sesi perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (1/4/2025), saham Wall Street alami tekanan kekhawatiran  dampak tarif timbal balik Presiden  Trump pada mitra dagang AS yang akan diberlakukan pada  2 April.

Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One pada hari Minggu bahwa tarif timbal balik akan menargetkan semua negara dan bukan hanya kelompok kecil dengan ketidakseimbangan perdagangan terbesar.

Secara harian Dow Jones melonjak 1% menjadi 42.001,76, S&P 500 naik 0,6% menjadi 5.611,85 dan Nasdaq berakhir turun 0,1% pada 17.299,29

Saham bioteknologi membantu memimpin pemulihan di Wall Street, dengan NYSE Biotechnology Index melonjak sebesar 3,3%.

Penguatan signifikan juga terjadi pada saham perbankan hingga mengangkat KBW Bank Index  naik 1,3%.

Namun pelemahan yang cukup besar masih terlihat pada saham maskapai penerbangan dan perangkat keras komputer.