(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (5/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau flat, mengurangi gain sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia turun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melandai dengan menguat tipis 0,01% atau 1 poin ke level Rp 16.429 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.430. Rupiah terpantau rally melambat di hari keempat ke level 6,5 minggu terkuatnya, tertahan oleh rilis melambatnya pertumbuhan PDB Indonesia triwulan I 2025 yang ke 4.87%.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.486 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.488, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.429.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya; di bawah area 3 minggu terkuatnya walau tertahan dengan data tenaga kerja di NFP yang melebihi estimasi.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 99,79, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,03.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama menguat 35,818 poin (0,53%) ke level 6.851,548, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di antara bursa Jepang, Hong Kong, China yang libur, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain dengan S&P500 rally 9 hari.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini mendatar, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.863 – Rp16.379.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



