(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak rally dekati posisi tertinggi 3 tahun pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (2/6/2025) di tengah pelemahan dolar AS.
Poundsterling mendekati level tertinggi 3 tahun sejak 26 Mei, didukung oleh meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan tarif logam AS yang baru.
Presiden Trump mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif pada baja dan aluminium, sementara Tiongkok menuduh AS melanggar kesepakatan perdagangan terbaru mereka dan berjanji untuk menanggapinya.
Optimisme seputar ekonomi Inggris juga mendorong poundsterling. IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan Inggris tahun 2025 menjadi 1,2% dari 1,1%, tetapi memperingatkan Menteri Keuangan Rachel Reeves untuk mempertahankan disiplin fiskal menjelang Tinjauan Pengeluaran pada 11 Juni.
Namun inflasi tetap tinggi, dengan harga bahan makanan naik 4,1% pada bulan Mei, tertinggi sejak Februari 2024.Karenanya diperkirakan sekitar 40 basis poin pemotongan suku bunga dari Bank of England hingga akhir tahun.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center pasangan GBPUSD berpotensi masih menguat setelah menembus 3 posisi resisten hariannya.
Kini pair berada di posisi 1.3557 yang sedang terkoreksi turun kembali ke posisi pembukaan 1.3500, dan jika tembus akan meluncur terus ke support kuatnya di 1.3434 setelah lewati pivot.
Namun jika terkoreksi tidak menembus 1.3500 akan memantul kembali ke 1.3560 dan jika tembus akan lanjut ke posisi resisten lanjutan di 1.3610.



