(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY bergerak kuat untuk 3 sesi berturut pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (2/6/2025) di tengah lemahnya sentimen perdagangan aset risiko.
Yen Jepang menguat ke posisi tertinggi dalam sepekan 142,22 per dolar karena kekhawatiran perdagangan global yang baru memicu permintaan untuk aset safe haven.
Pergerakan tersebut mengikuti komentar dari Presiden AS Donald Trump pada Jumat malam, di mana ia mengancam akan menggandakan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50% mulai 4 Juni.
Pengumuman tersebut menekan para produsen baja Jepang, dengan JFE Holdings dan Kobe Steel menghadapi potensi hambatan.
Nippon Steel tidak terlalu terpengaruh, didukung oleh pernyataan positif Trump tentang rencana mergernya dengan US Steel.
Selain itu ketegangan juga meningkat antara Washington dan Beijing, karena Tiongkok menolak tuduhan Trump bahwa mereka telah melanggar perjanjian perdagangan baru-baru ini yang dicapai di Jenewa.
Dari laporan ekonomi, Jepang melaporkan pertumbuhan belanja modal yang lebih kuat dari perkiraan pada Q1, didorong oleh sektor manufaktur dan non-manufaktur. Sebuah tanda momentum investasi yang berkelanjutan meskipun ada ketidakpastian global.
Secara teknikal pair USDJPY sudah menembus 2 posisi support hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi semakin tertekan.
Pair kini berada di posisi 142,88 dan berusaha mendekati posisi support ketiga atau lemahnya di 142.50, jika tembus akan lanjut menuju posisi support lanjutan di 141.30.
Namun jika pair tidak berhasil menembus 142,60 akan memantul menuju pivot di 143,97, jika tembus akan lanjut turun ke posisi resisten kuatnya di 144,52.



