(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat terbebani penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,17% pada 1.1348.
Penguatan dolar AS pada hari Jumat membebani Euro.
Selain itu, data ekonomi Zona Euro hari Jumat melemahkan euro setelah pasokan uang M3 Zona Euro bulan April naik lebih dari yang diperkirakan, dan penjualan ritel Jerman bulan April secara tak terduga mencatat penurunan terbesar dalam 1-1/2 tahun.
Pasokan uang M3 Zona Euro bulan April naik +3,9% thn/thn, lebih kuat dari ekspektasi +3,7% thn/thn.
Penjualan ritel Jerman bulan April secara tak terduga turun -1,1% m/m, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan +0,2% m/m dan penurunan terbesar dalam lebih dari 1-1/2 tahun.
Namun pelemahan Euro tertahan setelah Inflasi Jerman bulan Mei naik lebih dari yang diperkirakan, faktor hawkish untuk kebijakan ECB.
CPI Jerman bulan Mei (diharmonisasikan UE) naik +0,2% n/n dan +2,1% thn/thn, lebih kuat dari ekspektasi +0,1% m/m dan +2,0% thn/thn.
Swap memperkirakan peluang sebesar 98% untuk pemotongan suku bunga -25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan 5 Juni.
Sore nanti akan dirilis data HCOB Manufacturing PMI Final Mei untuk Zona Euro dan negara kawasan Eropa lainnya seperti Jerman, Italia dan Perancis, yang kesemuanya diindikasikan meningkat.
Dalam berita perkembangan perdagangan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keyakinannya bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan segera berunding untuk menyelesaikan masalah perdagangan termasuk sengketa atas mineral penting.
Ketegangan perdagangan juga bisa akan terjadi dengan Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan menggandakan tarif yang ada pada impor baja dan aluminium dari 25% menjadi 50%, efektif tanggal 4 Juni.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, mata uang Euro dapat bergerak lemah jika penguatan dolar AS berlanjut. Jika rencana pembicaraan Trump-Jinping menguatkan optimisme perdagangan dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan Euro. Namun jika ketegangan perdagangan terjadi, dengan pernyataan Trump meningkatkan tarif impor baja dan alumunium, dapat menekan dolar AS dan menguatkan Euro. Jika data manufaktur Zona Euro dan negara kawasan Euro terealisir meningkat, akan mendukung Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1311-1.1273. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1388-1.1427.



