(Vibiznews – Index) – Mayoritas saham di bursa Amerika Serikat alami penguatan pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (3/7/2025) dengan indeks S&P500 naik ke posisi rekor tertinggi sepanjang masa.
Penguatan harga saham Wall Street terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Vietnam.
Namun perdagangan dibebani oleh rilis data ADP yang kurang menggembirakan dan menekan indeks Dow Jones yang berakhir turun 0,02% ke posisi 44.484,42.
Nasdaq dan S&P 500 rebound dari koreksi sebelumnya, dengan masing-masing melonjak 0,9% ke 20.393,13 dan naik 0,5% menjadi 6.227,42.
Presiden Trump diberitakan mengatakan dalam ketentuan kesepakatan tersebut mengharuskan Vietnam membayar tarif sebesar 20% atas barang yang dikirim ke AS dan tarif sebesar 40% atas setiap pengiriman ulang.
Rilis laporan ekonomi yang membebani perdagangan saham Wall Street dari ADP yang menunjukkan lapangan kerja sektor swasta di AS secara tak terduga menurun pada bulan Juni.
Lapangan kerja sektor swasta turun sebanyak 33.000 pekerjaan pada bulan Juni setelah naik sebanyak 29.000 pekerjaan pada bulan Mei. Sebelumnya diperkirakan akan meningkat sebanyak 95.000 pekerjaan.
Secara sektoral, saham baja memimpin penguatan dengan NYSE Arca Steel Index melonjak 4,3%.
Penguatan yang cukup besar juga terlihat pada saham perangkat keras komputer hingga membuat NYSE Arca Computer Hardware Index melonjak 2,5%.
Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham utilitas dan perawatan kesehatan yang melawan tren naik.



