Dolar AS Rabu Turun Seiring Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed

237

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak turun pada hari Rabu setelah data inflasi AS terbaru memperkuat ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve bulan depan.

Indeks dolar AS bergerak turun 0,28% pada 97,76.

Data inflasi AS bulan Juli sebesar +0,2% (m/m) kurang lebih sesuai dengan ekspektasi pasar. Angka inflasi tahun-ke-tahun bulan Juli sebesar +2,7% (y/y) tidak berubah dari bulan Juni dan sedikit lebih lemah dari ekspektasi kenaikan +0,1 poin menjadi +2,8%.

Data inflasi inti AS bulan Juli sebesar +0,3% (m/m) sesuai dengan ekspektasi. Angka inflasi inti tahun-ke-tahun bulan Juli sebesar +3,1% (y/y) naik dari +2,9% di bulan Juni dan sedikit lebih kuat dari ekspektasi pasar sebesar +3,0%. IHK utama bulan Juli sebesar +2,7% y/y dan IHK inti sebesar +3,1% y/y, naik dari level terendah 4,25 tahun pasca-Covid, masing-masing sebesar +2,3% dan +2,8%, yang tercatat awal tahun ini.

Pasar sekarang memperkirakan probabilitas 94% dari pemotongan 25 basis poin pada bulan September, dengan pengurangan lain sebelum akhir tahun juga diperhitungkan.

Dolar mempertahankan kerugian terhadap euro dan sterling tetapi pulih sedikit terhadap yen dan mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru.

Sore dan malam nanti akan ada pernyataan pejabat Fed Barkin dan Goolsbee.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat tertekan peningkatan probabilitas penurunan suku bunga AS. Jika pernyataan pejabat Fed mendukung pemangkasan suku bunga, dapat menekan indeks dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,75-97,46. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,48-98,92.