(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY fluktuatif pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (18/9/2025) di tengah rebound dolar AS merespon kebijakan terbaru Federal Reserves.
Pergerakan yen yang semakin menjauh dari posisi tertinggi dalam 2 bulan terhadap dolar setelah Federal Reserves mengumumkan memangkas suku bunga seperempat poin.
The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya, pertama kalinya sejak Desember, dan mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut tahun ini.
Lihat: Federal Reserves Pangkas Suku Bunga Pertamakalinya Sejak Desember 2024
Dolar AS mendapatkan kekuatan dari komentar hawkish dari Ketua Fed Powell, yang memperkirakan inflasi akan terus berlanjut hingga tahun depan dan dapat membatasi seberapa besar Fed dapat memangkas suku bunga.
BoJ diperkirakan akan mengumumkan mempertahankan suku bunga pada hari Jumat, namun pasar menantikan konferensi pers pasca-pertemuan Gubernur BoJ Kazuo Ueda untuk mendapatkan sinyal kapan BoJ akan mulai menaikkan suku bunga. Pernyataan hawkish dari para pembuat kebijakan BoJ dapat mengangkat yen dalam waktu dekat.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak positif mendekati posisi resisten kuat, sehingga menurut analyst Vibiz Research Center yen berpotensi akan lanjut melemah.
Pair kini berada di posisi 146,93 yang berusaha mendaki ke posisi R1 dan jika tembus lanjut ke resisten lanjutan di kisaran 147.60 – 148.90.
Namun jika pair tidak mampu tembus 147,30 dapat tertekan turun ke posisi 146.70 sebelum kemudian lanjut ke support di kisaran 146.30 – 144.90.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 149.05 | 148.04 | 147.50 | 146.48 | 145.92 | 144.90 | 144.35 |



