Rekomendasi Forex Dolar AS 24 September 2025 : Terdukung Pernyataan Netral Ketua Fed Powell

339

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Selasa seiring penurunan imbal hasil Treasury AS.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,09% pada 97,23.

Imbal hasil treasury AS turun menyusul komentar dovish dari Gubernur The Fed, Michelle Bowman, yang menyatakan bahwa para pembuat kebijakan berisiko tertinggal dan perlu bertindak tegas untuk menurunkan suku bunga seiring melemahnya pasar tenaga kerja.

Pelemahan dolar AS juga terjadi akibat laporan PMI manufaktur S&P bulan September yang lebih lemah dari perkiraan dan survei sentimen manufaktur The Fed Richmond bulan September pada hari Selasa.

PMI manufaktur S&P AS bulan September turun -1,0 menjadi 52,0, lebih lemah dari ekspektasi 52,2.

Survei sentimen manufaktur The Fed Richmond bulan September AS secara tak terduga turun -10 menjadi -17, dibandingkan ekspektasi kenaikan menjadi -5.

Dolar awalnya bergerak menguat pada hari Selasa setelah defisit neraca berjalan AS kuartal kedua lebih kecil dari perkiraan, sebuah faktor pendukung bagi dolar.

Saldo neraca berjalan AS pada kuartal kedua mencapai -$251,3 miliar, defisit yang lebih kecil dari ekspektasi -$256,6 miliar.

Selain itu, komentar dari Ketua The Fed, Powell, bersifat netral bagi dolar karena ia tidak memberikan petunjuk apakah ia akan mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan depan.

Ketua The Fed, Powell, mengatakan, “Risiko jangka pendek terhadap inflasi cenderung naik dan risiko terhadap ketenagakerjaan cenderung turun, sebuah situasi yang menantang. Risiko dua sisi berarti tidak ada jalur bebas risiko” dalam kebijakan The Fed.

Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan The Fed sedikit membatasi kebijakannya dan suku bunga kebijakan netral 100-125 basis poin di bawah suku bunga saat ini.

Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan, “Setelah kita menyaksikan kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk selama berbulan-bulan, inilah saatnya bagi FOMC untuk bertindak tegas dan proaktif guna mengatasi penurunan dinamisme pasar tenaga kerja dan munculnya tanda-tanda kerapuhan.”

Pasar saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin sebesar 91% pada pertemuan FOMC berikutnya pada 28-29 Oktober.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan pernyataan ketua Fed Powell yang tidak mensinyalkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,13-97,03. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 97,39-97,55.