(Vibiznews – Index) – Terjadi tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan bursa saham Amerika Serikat yang berakhir Jumat dinihari (17/10/2025) merespon bangkrutnya 2 perusahaan otomotif.
Indkes Dow Jones berakhir turun 0,7% menjadi 45.952,24, S&P 500 turun 0,6% menjadi 6.629,07, dan Nasdaq turun 0,5% menjadi 22.562,54.
Pelemahan saham di Wall Street disebabkan oleh munculnya kekhawatiran tentang kredit macet menyusul kebangkrutan dua perusahaan yang terkait dengan industri otomotif, First Brands dan Tricolor Holdings.
Karenanya saham bank-bank regional, Zions Bancorp (ZION) dan Western Alliance (WAL), anjlok di tengah kekhawatiran tentang pinjaman bank.
Sebelumnya, sektor teknologi diuntungkan oleh laporan kuartalan yang positif dari Taiwan Semiconductor meskipun akhirnya saham produsen chip tersebut merosot 1,6% oleh profit taking setelah mencapai rekor tertinggi.
Dari laporan ekonomi, Federal Reserve Bank of Philadelphia merilis laporan yang menunjukkan penurunan substansial dalam pembacaan aktivitas manufaktur regional di bulan Oktober.
Secara sektoral, saham perbankan memimpin pelemahan dengan KBW Bank Index turun sebesar 3,6%.
Pelemahan signifikan juga terjadi pada saham-saham pialang, sebagaimana tercermin dari kerugian sebesar 1,9 yang dicatatkan oleh Indeks Broker/Dealer Arca NYSE.
Saham maskapai penerbangan, energi, dan ritel juga tertekan seiring berjalannya hari, sementara saham emas terus menunjukkan kinerja yang kuat seiring harga logam mulia melonjak ke rekor tertinggi baru.



