Yen Akhir Pekan Berakhir Flat Dibayangi Penguatan Dolar AS

200
Japanese money - yen a business background

(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen pada akhir pekan hari Jumat berakhir flat pada akhir pekan hari Jumat.

Pasangan mata uang USD/JPY berakhir flat pada 154,54.

Dukungan bagi Yen mendapat datang dari berita hari Jumat bahwa indeks industri tersier Jepang bulan September mencatat kenaikan terbesarnya dalam empat bulan.

Indeks industri tersier Jepang bulan September naik +0,3% secara bulanan (m/m), sesuai dengan ekspektasi, dan merupakan kenaikan terbesar dalam empat bulan.

Kenaikan Yen juga didukung imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang lebih tinggi mendukung yen setelah imbal hasil obligasi JGB 10-tahun naik ke level tertinggi dalam 17 tahun pada hari Jumat di 1,711%.

Namun Yen melepaskan sebagian besar penguatannya pada hari Jumat karena imbal hasil Treasury AS bergerak naik.

Yen baru-baru ini melemah, jatuh ke level terendah dalam 9,25 bulan terhadap dolar pada hari Rabu karena ketidakpastian politik Jepang dan penundaan kenaikan suku bunga BOJ.

Dampak negatif bagi Yen juga muncul dengan adanya kekhawatiran bahwa Perdana Menteri Jepang Takaichi akan menerapkan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif juga berdampak negatif bagi yen setelah ia mengatakan awal pekan ini bahwa ia akan membatalkan target penyeimbangan anggaran tahunan.

Pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga BOJ sebesar 32% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 19 Desember.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut dengan menurunnnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 154,99-155,45. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 153,85-153,17.