(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan hari Selasa (16/12/2025) karena aksi jual lanjutan saham teknologi oleh kekhawatiran bubble AI.
Indeks harian Kospi turun ke bawah 4000 dan anjlok ke posisi terendah dalam 2 pekan dengan hanya 184 saham menguat serta 713 saham melemah.
Investor mengalihkan perhatian ke rencana pemerintah Korea Selatan untuk menyalurkan lebih dari 30 triliun won Korea ke sektor AI dan sektor strategis lainnya tahun 2026 melalui Dana Pertumbuhan Publik yang baru diluncurkan.
Meskipun inisiatif ini menargetkan industri seperti semikonduktor, baterai sekunder, bioteknologi, dan mobilitas masa depan, namun skala investasi tersebut mungkin tidak akan segera meredakan skeptisisme pasar terhadap saham teknologi dengan valuasi tinggi.
Sementara itu sentimen membaik setelah Korea Selatan dan Inggris menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang ditingkatkan yang menurunkan ambang batas bebas tarif untuk mobil Korea dari 55% menjadi 25%, sehingga memudahkan akses bagi produsen mobil.
Indeks harian Kospi anjlok 1,84% menjadi 4.090,59. Demikian untuk indeks Kospi 200 ditutup anjlok 2,29% ke posisi 574,79.
Saham-saham besar yang mengalami penurunan signifikan dan merugikan Kospi seperti saham Samsung Electronics (-0,29%), SK Hynix (-1,90%), LG Energy Solution (-3,62%), Hyundai Motor (-1,70%), dan Doosan Energy (-2,53%).



