Rekomendasi Forex Dolar AS 16 Desember 2025 : Mencermati Data Tenaga Kerja AS

251

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Senin menjelang laporan data tenaga kerja AS bulan November pada hari Selasa.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,09% pada 98,30.

Dolar AS tertekan setelah survei manufaktur Empire bulan Desember tentang kondisi bisnis umum secara tak terduga mengalami kontraksi, faktor yang cenderung lunak bagi kebijakan Fed.

Survei manufaktur Empire AS bulan Desember tentang kondisi bisnis umum secara tak terduga mengalami kontraksi -22,6 poin menjadi -3,9, lebih lemah dari ekspektasi 10,0.

Dolar AS juga jatuh ke titik terendahnya setelah Gubernur Fed Stephen Miran mengatakan bahwa sikap kebijakan Fed terlalu membatasi perekonomian.

Gubernur Fed Stephen Miran mengatakan sikap kebijakan Fed terlalu ketat bagi perekonomian, dengan alasan prospek inflasi yang baik dan tanda-tanda peringatan di pasar tenaga kerja.

Namun penurunan dolar AS dibatasi, pulih dari level terburuknya setelah pasar saham turun, meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar.

Presiden Fed New York John Williams mengatakan, “FOMC telah menggeser sikap kebijakan moneter yang sedikit ketat ke arah netral,” di tengah meningkatnya risiko terhadap lapangan kerja dan sedikit berkurangnya risiko inflasi.

Pasar memperkirakan peluang 22% bahwa FOMC akan memangkas kisaran target suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC 27-28 Januari.

Malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls November AS dan Unemployment Rate November AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun terpicu pernyataan dovish pejabat Fed. Juga akan mencermati data tenaga kerja AS seperti Non Farm Payrolls AS, yang jika terealisir turun akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 98,13-97,96. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,47-98,64.