(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berusaha bangkit dari kisaran terendah 2 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (5/1/2026) di tengah pulihnya sentimen perdagangan aset risiko pasca serangan AS terhadap Venezuela.
Poundsterling tertekan pada sesi Asia oleh kuatnya dolar AS sebagai aset safe haven hingga naik ke tertinggi 3 pekan setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro atas tuduhan perdagangan narkoba.
Sentimen safe haven terkoreksi dengan optimisme pasar awal tahun yang melanjutkan keuntungan akhir tahun.
Sebagai informasi, poundsterling Inggris mendapat kenaikan 7,5% terhadap dolar AS pada tahun 2025, kenaikan tahunan terbesar sejak lonjakan 9,5% pada tahun 2017. Diuntungkan dari perbedaan ekspektasi mengenai pemotongan suku bunga oleh Bank of England dan Federal Reserve pada tahun 2026, serta anggaran musim gugur yang sebagian besar berjalan lancar, yang mengurangi tekanan pada mata uang tersebut pada paruh kedua tahun ini.
Secara teknikal, pair bergerak naik mendekati posisi resisten dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair akan bangkit ke resisten kuat.
Kini pair berada di posisi 1.3461 yang sedang naik menuju 1.3480 sebelum mencapai ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika sampai tembus ke 1.3480 akan berbalik arah dan turun menuju 1.3413. Dan jika tembus akan naik menuju support lemahnya di S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3565 | 1,3532 | 1,3494 | 1.3463 | 1.3425 | 1.3395 | 1.3357 |



