(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham bursa Hong Kong pulih pada hari Selasa (6/1/2026) oleh membaiknya sentimen akibat lonjakan saham Tiongkok yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade menjelang Tahun Baru Imlek.
Indeks harian Hang Seng melompat ke posisi tertinggi dalam 7 pekan didukung oleh harapan akan dukungan kebijakan baru dari pemerintah Beijing dan sikap yang lebih akomodatif terhadap sektor properti yang bermasalah.
Namun lonjakan saham dibatasi oleh kehati-hatian menjelang data CPI dan PPI China. Sementara itu, data PMI sektor swasta Hong Kong pada bulan Desember sedikit menurun dari level tertinggi hampir 3 tahun, karena tekanan biaya yang meningkat.
Indeks Hang Seng ditutup naik 1,4% pada posisi 26.710, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) naik 1,04% menjadi 9.244,24.
Demikian untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Desember 2025 bergerak negatif dengan berakhirnaik 1,31% menjadi 26719.
Secara sektoral, indeks teknologi naik 1,5% karena optimisme atas kemajuan AI Tiongkok, menguat selama 3 sesi. Saham Baidu di Hong Kong melonjak 2% ke level tertinggi sejak Agustus 2023.
Saham Zijin Gold melonjak 3,6%, mengikuti pergerakan logam non-ferrous setelah tembaga mencapai rekor tertinggi. Saham asuransi juga naik, dengan Ping An dan AIA Group naik 2,7% dan 2,3% karena spekulasi penjualan produk yang lebih kuat.



