Rekomendasi Forex Dolar AS 6 Januari 2025 : Dipengaruhi Data Ekonomi, Geopolitik dan Pernyataan Pejabat Fed

163

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS turun dari level tertinggi 3 minggu pada hari Senin dan ditutup turun tertekan pelemahan data manufaktur ISM Desember AS yang secara tak terduga mengalami kontraksi terbesar dalam empat belas bulan.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,15% pada 98,27.

Indeks manufaktur ISM Desember AS secara tak terduga turun -0,3 menjadi 47,9, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 48,4 dan laju kontraksi paling tajam dalam 14 bulan.

Kenaikan pasar saham juga membatasi permintaan likuiditas untuk dolar.

Dolar AS awalnya bergerak lebih tinggi karena peningkatan risiko geopolitik di Venezuela meningkatkan permintaan safe-haven untuk dolar setelah AS menangkap Presiden Venezuela Maduro, dan Presiden AS Trump mengatakan AS berencana untuk sementara “mengelola” Venezuela.

Komentar hawkish pada hari Senin dari Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari juga mendukung dolar setelah menyatakan suku bunga AS mungkin “mendekati netral” untuk perekonomian.

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 27-28 Januari hanya sebesar 16%.

Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Barkin. Juga akan ada rilis data S&P Global Composite PMI Final Desember dan data S&P Global Services PMI Final Desember, yang keduanya diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan pelemahan data manufaktur AS. Namun jika eskalasi ketegangan geopolitik akibat penyerangan AS ke Venezuela, dapat meningkatkan dolar AS. Namun jika malam nanti data S&P PMI Desember AS terealisir turun, dan pernyataan pejabat Fed memberikan nada dovish bagi kebijakan suku bunga, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,67-99,07. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 98,06-97,85.