(Vibiznews – Indeks) – Kekuatan saham bursa Hong Kong terpangkas pada perdagangan hari Rabu (7/1/2026) akibat aksi ambil untung merespon kebijakan larangan ekspor produk dwiguna Tiongkok ke Jepang.
Indeks harian Hang Seng mundur dari posisi tertinggi dalam 7 pekan oleh kekhawatiran risiko geopolitik akibat kebijakan terbaru terkait ekspor produk militer dari Tiongkok ke Jepang.
Namun pelemahan Hang Seng dibatasi janji PBoC untuk memangkas rasio persyaratan cadangan bank dan suku bunga tahun ini untuk mendukung ekonomi China.
Sementara itu, saham daratan Tiongkok berada di level tertinggi dalam lebih dari satu dekade, dibantu oleh volume yang lebih kuat dan ekspektasi pertumbuhan laba.
Indeks Hang Seng ditutup turun 0,9% pada level 26.459, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 1,04% menjadi 9.138,75.
Demikian untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Desember 2025 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,92% menjadi 26473.
Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan dan bebani Hang Seng seperti Tencent Music (-5,1%), Kuaishou Tech (-3,0%), Meituan (-2,2%), dan SMIC (-2,0%).



