(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Selasa terdukung kenaikan imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,32% pada 98,58.
Dukungan bagi dolar AS juga datang dari komentar Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, yang mengatakan bahwa ia mengharapkan pemotongan pajak dan deregulasi akan meningkatkan pertumbuhan tahun ini.
Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan ia memperkirakan pemotongan pajak dan deregulasi akan mendorong pertumbuhan tahun ini, dan bahwa prospek kebijakan moneter tetap berada dalam “keseimbangan yang rapuh” mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengangguran dan inflasi yang masih tinggi.
Dolar AS masih memiliki dukungan sebagai aset aman karena meningkatnya risiko geopolitik di Venezuela setelah AS menangkap Presiden Venezuela Maduro, dan Presiden AS Trump mengatakan AS berencana untuk sementara “mengelola” Venezuela.
Namun kenaikan dolar AS dibatasi penguatan pasar saham yang menekan permintaan likuiditas untuk dolar, revisi penurunan PMI jasa S&P Desember, dan komentar dovish dari Gubernur Fed Stephen Miran, yang mengatakan ia mengharapkan lebih dari 100 basis poin pemotongan suku bunga Fed tahun ini.
Indeks PMI jasa S&P AS untuk bulan Desember direvisi turun sebesar -0,4 menjadi 52,5 dari angka yang dilaporkan sebelumnya yaitu 52,9.
Gubernur Fed, Stephen Miran, mengatakan kebijakan Fed “jelas bersifat restriktif dan menghambat perekonomian, dan saya pikir pemotongan suku bunga lebih dari 100 basis poin akan dibenarkan tahun ini.”
Pasar memperkirakan peluang pemotongan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 27-28 Januari hanya sebesar 18%.
Malam nanti akan dirilis data ISM Services PMI Desember AS dan JOLT Job Openings November AS yang keduanya diindikasikan menurun.
Juga akan dirilis data ADP Employment Change Desember yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan kekhawatiran pelemahan data ekonomi dan tenaga kerja AS yaitu data ISM Services PMI Desember AS dan JOLT Job Openings November AS yang keduanya diindikasikan menurun. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 98,29-97,99. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,75-98,91.



