(Vibiznews-Forex) – Kurs aussie dalam pair AUDUSD melanjutkan laju bearishnya pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (8/1/2026) merespon laporan neraca perdagangan Australia.
Dolar Australia sedikit melemah terhadap dolar AS setelah data neraca perdagangan Australia menunjukkan surplus perdagangan menyusut menjadi 2.936 juta MoM pada November dibandingkan dengan 4.353 juta pada data sebelumnya.
Ekspor dilaporkan turun 2,9% MoM pada November dari kenaikan 2,8% yang terlihat sebulan sebelumnya. Sementara itu, impor tumbuh 0,2% MoM pada November, dibandingkan dengan kenaikan 2,4% pada Oktober.
Sementara itu data inflasi Australia mixed pada bulan November membuat prospek kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) tidak pasti.
Sementara itu Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan bahwa data inflasi November sebagian besar sesuai dengan perkiraan. Hauser menambahkan bahwa pemotongan suku bunga tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Secara teknikal pair meluncur menuju support kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi bertahan di area supportnya.
Kini pair berada di 0.6710 yang berusaha naik ke posisi 0.6613, dan jika tembus akan mendaki ke resisten kuat di R1.
Namun jika tidak tembus 0.6610, pair akan berbalik turun menuju posisi support kuatnya di 0.6590 sebelum ke support lanjutan di S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,6802 | 0,6783 | 0,6745 | 0,6735 | 0,6702 | 0,6686 | 0,6653 |



