(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD memperpanjang tren bearishnya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (8/1/2026) di tengah pergerakan kuat dolar AS.
Poundsterling berada di bawah tekanan karena dolar AS diperdagangkan dengan kuat menyusul rilis data PMI Jasa ISM Amerika Serikat yang secara tak terduga kuat untuk bulan Desember.
Para ahli pasar percaya bahwa data PMI Jasa AS yang optimis dapat menjadi penghambat ekspektasi kebijakan moneter longgar dari Federal Reserve (Fed).
Secara teknikal, pair meluncur mendekati posisi support kuat dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair akan lanjut ke support lemahnya.
Kini pair berada di posisi 1.3434 yang berusaha naik menuju 1.3565, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus ke 1.3460 akan berbalik arah dan turun menuju 1.3430. Dan jika tembus akan turun menuju support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3560 | 1,3538 | 1,3496 | 1.3475 | 1.3434 | 1.3415 | 1.3370 |



