(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (8/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,09% atau 15 poin ke level Rp 16.785 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.770. Rupiah terpantau terkoreksi di hari keenamnya mendekati 8,5 bulan terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.780 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.790, dan terakhir Eropa ini WIB terpantau di posisi Rp 16.785.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; bertahan sekitar sebulan tertingginya di antara beberapa data ekonomi AS yang variatif.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 98,79, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,73.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi melemah 19,342 poin (0,22%) ke level 8.925,471, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah investor mengamati ketikdakpastian situasi geopolitik, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam mixed dan terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.857 – Rp16.715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



