(Vibiznews-Forex) – Pelemahan kurs aussie dalam pair AUDUSD semakin bertambah merespon rilis data inflasi Tiongkok pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (9/1/2026).
Dolar Australia melemah terhadap dolar AS masuki sesi ketiga berturut-turut yang semakin dibebani data inflasi Tiongkok naik dibawah perkiraan.
Indeks Harga Konsumen (CPI) Tiongkok naik 0,8% year-over-year (YoY) pada Desember, naik dari 0,7% pada November tetapi di bawah perkiraan 0,9%. Secara bulanan, CPI meningkat 0,2%, membalikkan angka -0,1% pada bulan November.
Sementara itu, Indeks Harga Produsen (PPI) Tiongkok turun 1,9% YoY pada bulan Desember, membaik dari penurunan 2,2% sebelumnya dan sedikit melampaui ekspektasi angka -2,0%.
Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan pada hari Kamis bahwa surplus Perdagangan Australia menyempit menjadi 2.936 juta MoM pada bulan November, dibandingkan dengan 4.353 juta (direvisi dari 4.385 juta) pada angka sebelumnya.
Demikian Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia yang beragam pada bulan November membuat prospek kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) menjadi tidak pasti. Namun, Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan pada hari Kamis bahwa data inflasi November sebagian besar sesuai dengan perkiraan dan pemotongan suku bunga kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Secara teknikal pair meluncur menuju support kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi lanjut ke support berikutnya.
Kini pair berada di 0.6680 yang turun menuju posisi support kuatnya di 0.6677 sebelum ke support lemah di S2.
Namun jika tidak tembus 0.6670, pair dapat berbalik dan berusaha naik ke posisi 0.6703, dan jika tembus akan mendaki ke resisten kuat di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,6766 | 0,6745 | 0,6720 | 0,6702 | 0,6677 | 0,6656 | 0,6633 |



