Forex GBPUSD 9 Januari 2026: Pelemahan Poundsterling Berlanjut Jelang Data NFP AS

206

(Vibiznews-Forex) – Tren bearish poundsterling dalam pair GBPUSD masih terus berlanjut hingga perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (9/1/2026), tertekan ke terendah dalam 3 pekan.

Poundsterling berada di bawah tekanan karena dolar AS semakin menguat menjelang data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat  untuk bulan Desember, yang akan dirilis malam ini.

Investor akan memperhatikan dengan saksama data ketenagakerjaan resmi AS untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan moneter Federal Reserve (Fed).

Menurut perkiraan, data NFP akan menjadi 60.000 lapangan kerja baru pada bulan Desember, sedikit lebih rendah dari 64.000 pada bulan November. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,5% dari angka sebelumnya sebesar 4,6%.

Tanda-tanda permintaan kerja yang lemah akan meningkatkan ekspektasi Fed yang cenderung lunak, sementara dampak negatif dari data yang optimis akan terbatas, karena data-data yang terjadi sekali saja tidak akan cukup untuk secara dramatis mengurangi kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap pasar tenaga kerja.

Pasar juga akan fokus pada data Pendapatan Rata-Rata Per Jam untuk mendapatkan wawasan baru tentang inflasi. Ukuran utama pertumbuhan upah ini diperkirakan tumbuh lebih cepat sebesar 3,6% tahun-ke-tahun (YoY) pada bulan Desember dibandingkan 3,5% pada bulan sebelumnya.

Secara teknikal, pair meluncur menembus posisi support kuat dan analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair  akan lanjut ke support lemahnya.

Kini pair berada di posisi 1.3404 yang turun menuju  S2. Dan jika tembus akan turun menuju support lanjutan di 1.3360.

Namun jika tidak sampai tembus ke 1.3390 akan berbalik arah dan berusaha naik menuju  1.3442, jika tembus lanjut   ke resisten kuatnya di R1.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
1,3515 1,3490 1,3464 1.3440 1.3418 1.3390 1.3364