(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY semakin lemah hingga merosot ke terendah 3 pekan pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (9/1/2026) di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.
Pelemahan yen Jepang dikarenakan fundamental yang rentan dan berpotensi akan semakin merosot. Kekhawatiran bahwa momentum konsumsi dapat memudar jika inflasi terus melampaui pertumbuhan upah pada awal tahun 2026 membayangi kenaikan tak terduga dalam data Pengeluaran Rumah Tangga Jepang untuk bulan November.
Hal ini, pada gilirannya akan menambah ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) berikutnya dan melemahkan yen di tengah meningkatnya perselisihan antara Tiongkok dan Jepang.
Selain itu, kekhawatiran tentang situasi fiskal Jepang dan kinerja yang stabil di pasar ekuitas semakin menekan yen sebagai aset safe-haven.
Dari sisi dolar AS, memperpanjang tren naik selama 2 pekan dan menyentuh level tertinggi satu bulan di tengah beberapa penyesuaian menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS. Namun kekuatan dolar AS dibatasi oleh spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed).
Secara teknikal pair USDJPY bergerak bullish menembus beberapa posisi resistennya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan bertahan di posisi resisten.
Pair kini berada di posisi 157,56 yang mendaki posisi R3, jika tembus lanjut ke resisten lanjutan ke posisi 158,00.
Namun jika pair tidak sampai menembus 156.60, berpotensi balik turun menuju 156,74, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 157.74 | 157.42 | 157.12 | 156.78 | 156.51 | 156.17 | 155.90 |



