(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro pada hari Kamis turun ke level terendah 4 minggu dan ditutup melemah terbebani penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,13% pada 1.1660.
Pelemahan Euro terjadi akibat penguatan dolar AS pada hari Kamis.
Selain itu, data yang menunjukkan penurunan tak terduga dalam kepercayaan ekonomi Zona Euro pada bulan Desember melemahkan Euro.
Indikator kepercayaan ekonomi Zona Euro Desember secara tak terduga turun -0,4 menjadi 96,7, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 97,1.
Ditambah lagi, penurunan tekanan harga produsen Zona Euro bersifat dovish bagi kebijakan ECB dan bearish bagi Euro, menyusul penurunan PPI Zona Euro November yang paling tajam dalam 13 bulan.
PPI Zona Euro November turun -1,7% y/y, tepat sesuai ekspektasi dan penurunan terbesar dalam tiga belas bulan.
Namun kerugian Euro terbatas setelah tingkat pengangguran Zona Euro November secara tak terduga menurun, ekspektasi inflasi 1 tahun November naik lebih dari yang diperkirakan, dan pesanan pabrik Jerman November naik paling tinggi dalam 11 bulan, faktor-faktor hawkish bagi kebijakan ECB.
Tingkat pengangguran Zona Euro November secara tak terduga turun -0,1 menjadi 6,3%, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada ekspektasi tidak ada perubahan pada 6,4%.
Ekspektasi inflasi ECB untuk 1 tahun pada November tidak berubah dari Oktober di angka 2,8%, lebih kuat dari ekspektasi 2,7%. Ekspektasi inflasi untuk 3 tahun pada November tetap tidak berubah dari Oktober di angka 2,5%, tepat sesuai ekspektasi.
Pesanan pabrik Jerman pada November secara tak terduga naik +5,6% m/m, lebih kuat dari ekspektasi -1,0% m/m dan merupakan peningkatan terbesar dalam 11 bulan.
Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan, “Tingkat suku bunga ECB saat ini sudah tepat; data terbaru selaras sempurna dengan proyeksi kami. Inflasi utama berada di angka 2%, dan inflasi jasa, yang menjadi kekhawatiran kami, melambat.”
Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB sebesar 0% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 5 Februari.
Sore nanti akan dirilis data Retail Sales November Zona Euro yang diindikasikan meningkat.
Malam harinya akan ada pernyataan dari pejabat ECB Lane.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS dan pelemahan data ekonomi dan inflasi harga produsen zona Euro. Namun jika sore nanti data Retail Sales November terealisir naik dan pernyataan pejabat ECB mendukung kebijakan suku bunga ECB, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1641-1.1622. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1681-1.1702.



