(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat sore ini (9/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini ini melemah ,09% atau 15 poin ke level Rp 16.800 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.785. Rupiah bearish di hari ketujuhnya pada level 8,5 bulan terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.796 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.820, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.800.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; bertahan pada sebulan tertingginya di antara euro yang melemah karena inflasi Eropa yang melunak.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 99,04, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,84.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi menguat terbatas 11,283 poin (0,13%) ke level 8.936,754, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat di tengah pasar mengamati perkembangan situasi geopolitik Venezuela dan Greenland, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam mixed dan terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.857 – Rp16.715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



