(Vibiznews – Index) – Nasdaq yang didominasi saham teknologi ditutup lebih rendah untuk pertamakalinya setelah rally selama 4 hari berturut pada perdagangan Wall Street yang berakhir Jumat dinihari (9/1/2026).
Dow Jones naik 0,6% mendekati rekor penutupan tertinggi di posisi 49.266,11, S&P 500 juga naik 0,01% menjadi 6.921,46, tetapi Nasdaq turun 0,4% menjadi 23.480,02.
Kinerja yang beragam di Wall Street terjadi karena para investor tampaknya enggan melakukan pergerakan yang lebih signifikan menjelang rilis data NFP AS bulan Desember pada malam nanti.
Karena data pekerjaan AS ini dapat berdampak signifikan pada prospek suku bunga menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve berikutnya akhir bulan ini. Sebelumnya sudah diperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga setidaknya seperempat poin lagi dalam beberapa bulan mendatang.
Dari laporan ekonomi, untuk data klaim pengangguran menunjukkan sedikit meningkat, sedikit kurang dari yang diperkirakan pada minggu yang berakhir pada 3 Januari. Dimana klaim meningkat menjadi 208.000 dari data minggu sebelumnya sebesar 200.000.
Secara sektoral, saham-saham energi bergerak naik tajam seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 4,3% dan NYSE Arca Oil Index melonjak 3,6%.
Penguatan yang substansial juga terlihat di antara saham-saham perumahan, Philadelphia Housing Sector Index melonjak 3,4%.
Namun pergerakan sebaliknya terjadi pada saham-saham jaringan, bioteknologi, dan semikonduktor yang membebani Nasdaq.



