(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Senin terpicu kekhawatiran pelemahan independensi Fed.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,27% pada 98,86.
Kekhawatiran pelemahan independensi Fed muncul setelah Ketua Fed Powell mengatakan ancaman Departemen Kehakiman untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap Federal Reserve atas kesaksiannya pada bulan Juni tentang renovasi kantor pusat Fed adalah konsekuensi dari Fed yang tidak menuruti seruan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga.
Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada tanggal 27-28 Januari hanya sebesar 5%.
Sentimen bearish mengancam dolar AS dengan perkiraan The Fed akan memangkas suku bunga sekitar -50 basis poin pada tahun 2026, sementara BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin lagi pada tahun 2026, dan ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada tahun 2026.
Dolar AS juga terbebani oleh kekhawatiran bahwa Presiden Trump bermaksud untuk menunjuk Ketua The Fed yang cenderung lunak, yang akan berdampak negatif bagi dolar AS. Trump baru-baru ini mengatakan bahwa ia akan mengumumkan pilihannya untuk Ketua The Fed yang baru pada awal tahun 2026. Bloomberg melaporkan bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett adalah pilihan yang paling mungkin sebagai Ketua The Fed berikutnya, yang dilihat oleh pasar sebagai kandidat yang paling lunak.
Malam nanti akan dirilis data inflasi dan inflasi inti AS Desember, dimana secara tahunan inflasi AS diindikasikan tetap dan inflasi inti diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat dlemahkan dengan kekhawatiran independensi The Fed. Namun jika malam nanti data inflasi AS Desember terealisir tetap dan infalsi inti AS Desember terealisir naik, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 98,61-98,35. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,18-99,49.


